Aku hampir sampai di halaman sekolah. Sekitar 10 meter lagi tiba di tempat parkir guru. Dari jauh aku lihat seorang siswa hendak bayar ojek daring.

Seketika aku tertarik melihatnya lebih jelas karena dia ngasih uang tidak pakai tangan kanan. Ya, dia pakai tangan kiri.

Aku memang suka mengamati seperti ini. Saat ada orang menerima sesuatu itu pakai tangan mana atau mengucapkan terima atau tidak, itu sering aku perhatikan.

Di tempat kita, Indonesia, biasanya dianggap kurang sopan.

Lalu apakah siswaku kurang sopan?

Saat dia melewatiku, aku panggil,

"Kayaknya kamu tadi ngasih uang, bayar ke Abang ojeknya pakai tangan kiri."

"Eh iya Pak. Maaf. Tadi sudah bilang maaf kok ke abangnya. Soalnya tanganku megang dompet sama tas, Pak."

"Oh, baik kalau gitu. Kalau sudah minta maaf bisa diterima. Kelihatannya kamu tahu ya kalau pakai tangan kiri itu nggak sopan."

"Iya, Pak. Biasanya aku pakai tangan kanan, kok Pak."

"Baik, dibiasakan terus aja ya."

Pesan moralnya adalah:

sebelum menghakimi siswa, ada baiknya klarifikasi dulu. Siapa tahu kita tidak melihatnya secara

 lengkap. Alih-alih segera menghukumnya, guru harus tahu dulu kondisi yang sebenarnya terjadi.

Post a Comment

Kata Pengunjung:

Previous Post Next Post