Indonesia besar karena gotong royong dari bangsanya. Gotong royong pula yang membuat kita merdeka dari penjajahan. Karena itu gotong royong merupakan jurus sakti yang mampu menghadapi semua tantangan yang kita hadapi.

Semangat gotong royong pula ditunjukkan pada kegiatan Indonesia Development Forum (IDF). IDF adalah konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas. 

IDF bertujuan untuk:

  • Mengumpulkan aktor-aktor pembangunan untuk menyusun agenda pembangunan Indonesia;
  • Mengomunikasikan hasil penelitian dan bukti atas berbagai tantangan pembangunan dan solusi-solusi apa saja yang efektif untuk mengatasinya;
  • Mendorong kolaborasi dalam mengatasi persoalan-persoalan pembangunan Indonesia yang paling mendesak.

Nah, IDF 2022 diadakan selama dua hari pada 20 hingga 21 November 2022 di Badung, Bali yang diikuti oleh

  • Menteri dan pembuat kebijakan lainnya
  • Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
  • Perwakilan Negara Sahabat
  • Akademisi dan peneliti
  • Pakar dan praktisi pembangunan internasional dan nasional
  • Perwakilan ONP dan lembaga filantropi
  • Mitra pembagunan dan sektor swasta
  • Media

Banyak kegiatan yang diadakan pada IDF 2022. Berbagai tokoh memberikan pemikiran dan pandangannya untuk kemajuan ekonomi Indonesia. Ini menjadi sumbangan wawasan yang sangat baik untuk percepatan pertumbuhan ekonomi terutama berkaitan dengan industri. 

Apa saja yang disampaikan?

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso  Manoarfa 


 

Bapak Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan  Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa IDF dilakukan setiap tahun sejak 2017 untuk mewadahi diskusi -diskusi produktif dalam mengatasi berbagai isu strategis membangun Indonesia.

Acara puncak IDF tahun 2022 merupakan hasil rangkaian kegiatan road to IDF sejak tahun 2021 dengan tema “The 2045 Development Agenda; New Industrialization Paradigm for Indonesia's Economic Transformation”.

Transformasi ekonomi Indonesia untuk mewujudkan visi 2045 harus ditopang oleh industrialisasi.   

  1. Pengalaman negara lain menunjukkan bahwa untuk naik kelas dari lower income ke midle income atau dari middle income ke high income diperlukan transformasi ekonomi.
  2. Transformasi ekonomi selalu dilakukan melalui industrialisasi
  3. Industrialisasi merupakan sarana efektif untuk meningkatkan produktivitas perekonomian sehingga ekonomi Indonesia dapat tumbuh tinggi dalam jangka panjang untuk mencapai visi Indonesia 2045

Industrialisasi "paradigma baru" harus dilakukan dengan cara:

 a. Meningkatkan ekonomi (economic complexity) dan keterkaitan antar produk (product connectedness)

 b. Meningkatkan akumulasi pengetahuan produktif, yang didukung oleh riset dan inovasi

c. Adaptif terhadap permintaan pasar dan tren baru ke depan: ndustri yang mengikuti perubahan gaya hidup: sustainable, smart, and functional

d. Industri yang menerapkan ekonomi sirkular

e. Industri yang memenuhi perubahan gaya hidup sehat, khususnya makanan dan minuman

f. Industri yang mengantisipasi Twin Transition: transisi digital dan transisi hijau serta antisipasi terhadap Revolusi Industri 5.0 dan 6.0

Penerapan dari green econorny, blue economy, dan circular economy bisa mendorong industri untuk menangkap peluang ekonomi yang lebih besar sekaligus berkontribusi pada keberlanjutan penyediaan bahan baku yang berbasis sumber daya alam.

 Berbagai tantangan pembangunan industri di Indonesia dan prospeknya akan menjadi fokus utama pembahasan IDF 2021. Dengan melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pelaku pembangunan, baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat, pelaksanaan IDF 2021 diharapkan dapat menggalang gagasan dan menciptakan diskursus yang konstruktif untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan industri yang mampu mendorong pemulihan ekonomi pasca Covid-19, menggerakkan transformasi struktural, serta memastikan hasil-hasil pembangunan merata, inklusif, dan berkelanjutan.


Ngurah Wirawan, KIT Batang, Jawa Tengah  (pertama)

 


Berharap teknologi masa depan bisa masuk dan terlaksana di Batang. Juga berharap sejumlah penyadap karet yang tadinya bekerja di kebun-kebun karet bisa beradaptasi dengan proses transformasi. Dari kegiatan usaha pertanian dan perkebunan menjadi sebuah kegiatan usaha industri.

Sumber daya alam yang tadi sifatnya kita jual dalam bentuk bahan mentah bisa kita olah.  KIT Batang sangat mendukung sekali kawasan ini dijadikan sebagai pusat pertumbuhan baru Indonesia. Cita-cita kami bagaimana Kaltim ini tidak hanya menjual produk-produk yang sifatnya bahan mentah bisa kita olah untuk menjadikan mendapatkan nilai tambah. Kami harapkan nanti dengan dukungan pemerintah pusat khususnya dengan keberadaan dkn kami

Berharap bisa melakukan transformasi ekonomi sehingga kami yang tadinya ekonomi ditopang oleh penggalian dan pertambangan sekitar 55% ke depan. Targetnya di tahun 2030 itu sekitar 45% ekonomi ditopang oleh industri.

 

Ida Bagus Nama Rupa, Direktur PT Bali Coklat

 


Bali Cokelat memiliki misi mengembangkan produk yang inovatif dan juga kreatif untuk meningkatkan produktivitas dan juga pendapatan aktif. Bali Cokelat ini adalah coklat nabati pertama di dunia.

Hebatnya, Bali Cokelat ini dengan mengembangkan pola kemitraan dengan petani, bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil petani. Dulu harga yang dulu cokelat Rp. 15.000 membeli langsung dari petani menjadi Rp. 50.000 kg.

Bali Coklet juga pernah mengikuti konferensi World cupcake tahun ini mendapatkan nomor dua di dunia. Padahal baru berdiri 12. Bali Cokelat juga secara rutin mengikuti kompetisi we are the best coklat Indonesia.

 

Menteri  Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto


Menteri koordinator bidang perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa
Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki tantangan tersendiri termasuk berkaitan dengan konektivitas dan logistik sehingga membutuhkan apa yang disebut dengan kekuatan transportasi khususnya transportasi udara.

 

Sumber Referensi:

https://indonesiadevelopmentforum.com/id/2022

https://www.youtube.com/watch?v=onc4KZy0C_g&t=2s

https://www.youtube.com/watch?v=8NIRfVdtZsg&t=3s

 

Post a Comment

Kata Pengunjung:

Previous Post Next Post